Awalnya Mau Nulis E-book, Malah Jadi Curhat Panjang Ala Rey

awalnya e-book jadi curhat

Sejujurnya saya belum memastikan hendak menulis tentang apa untuk setoran awal tantangan menulis di KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional) hari ini. 

Saya sengaja menulis ini, meskipun sebenarnya udah punya cadangan tulisan yang akan disetor, yaitu tulisan draft untuk e-book kedua saya, tentang penelantaran keluarga yang saya alami di Surabaya, 2 tahun lalu.

10 Nggak Asyik Tinggal Di Kota Baubau Ala Rey

nggak asyiknya tinggal di baubau

Setelah kemaren saya menuliskan 10 hal asyik tinggal di Baubau, sekarang saya pengen nulis kebalikannya. Yaitu hal apa saja sih yang nggak asyik saat tinggal di kota seribu benteng ini, setidaknya menurut saya ya.

Namun sebelumnya, karena menurut saya tulisan kali ini bisa jadi memantik ketersinggungan (tsah, bahasa apa ini!) orang lain. Karenanya, boleh dibaca dulu tulisan terdahulu saya ya.

Baca juga : 10 Hal Asyik Tinggal Di Kota Baubau

10 Asyiknya Tinggal Di Kota Baubau Ala Rey

asyiknya tinggal di baubau

Tinggal di kota Baubau itu asyik loh, meskipun setelah 25 tahun saya tinggal di Jawa, tentunya butuh adaptasi lebih ketika mulai menetap di kota seribu benteng ini.

Btw, bagi yang belum tahu saya jelasin deh, bahwa Baubau itu merupakan salah satu kota yang ada di propinsi Sulawesi Tenggara. Terletak di pulau kecil bernama Buton, yang terkenal dengan aspalnya.

Uang Rokok dan Mindset Gratifikasi yang Dinormalisasi

uang rokok dan mindset gratifikasi di baubau

"Tidak mungkin kan kita diam saja, orang sudah korbankan waktunya, antar kita ke tempat yang kita butuh, pastilah setidaknya kita harus kasih uang rokok!", ujar seseorang ketika sedang membicarakan masyarakat yang menggunakan jasa layanan gratis yang disiapkan pemerintah

Saya bilaik, hanya bisa menarik nafas panjang, mencoba memahami mindset kuat tentang 'uang rokok' yang entah mereka sadari atau nggak mau tahu, kalau itu udah masuk tindakan gratifikasi. Sedihnya hal ini dinormalisasi, dan akhirnya jadi sebuah hal yang 'wajib' dan merugikan masyakarat.

Diary Shif Siang Ala Rey, Pasien Bayi Meninggal

pasien bayi meninggal

Sebenarnya sedih menuliskan ini, agak shock juga karena ini the first time saya mengalami hal ini. Menyaksikan pasien meninggal di depan mata, dan itu adalah seorang bayi berusia 4 bulanan.

Ceritanya sekitar pukul 3 siang tadi, seperti biasanya saya berada di depan meja front office. Ketika masih memperhatikan ponsel, tiba-tiba sudut mata saya menangkap bayangan mobil yang masuk ke halaman UGD dan berhenti tepat di depan UGD.