Cerita Day 2 Ramadan 1447 H Ala Rey

ramadan 1447 h day 2

Alhamdulillah, udah masuk Ramadan ke-2, lebaran kurang 28 hari lagi, insya Allah, hahaha. Tapi bener sih, kayaknya nggak lengkap rasanya kalau nggak meninggalkan jejak cerita melalui tulisan di blog ini.

Anyway, saya menulis ini sambil menunggu anak-anak pulang tarawih, saya nggak sempat tarawih di masjid, karena masih banyak kerjaan yang harus saya kerjakan di kos.

Bisa Banyak Hal Dalam Dunia Kerja Tapi Nggak Ahli, Ini Plus dan Minusnya Ala Rey

bisa banyak hal di dunia kerja

Salah satu kelebihan, dan mungkin juga menjadi kekurangan saya dalam dunia kerja adalah, bisa mengerjakan banyak hal, tapi nggak ahli.

Saya bisa bekerja di bagian administrasi, customer service, engineer, keuangan, dan apapun. Tentunya selain pekerjaan yang bermodalkan keahlian ya. Misal, jadi nakes yang mengobati pasien luka. Kalau itu mah, belum juga apa-apa, saya udah pingsan kayaknya, hehehe.

Bekerja Di Bagian Pelayanan Dengan Otodidak, Ini Cara Saya Melayani Dengan Baik

kerja di bagian pelayanan dengan otodidak

Bekerja di bagian pelayanan, di mana berada langsung di garis depan, berhadapan dengan konsumen, adalah sebuah pengalaman baru dan pertama buat saya dalam dunia kerja.

Biasanya, kerjaan saya tuh kebanyakan semacam hybrid, banyak di dalam kantor di bagian tertutup. Meksipun kadang sesekali turun ke proyek langsung, sesekali juga ikutan meeting bareng klien.  

Banyak Pikiran Hingga Terbawa Mimpi Kembali Bekerja Di Bidang Teknik Sipil Tanpa Direcokin Anak

banyak pikiran terbawa mimpi

Jadi beberapa hari terakhir ini saya lagi bad mood dan merasa sangat lelah. Sepertinya pengaruh hormon mamak-mamak, ditambah banyak masalah yang harus saya hadapi. 

Dan gegara itu, sampai kebawa mimpi dong semalam. Di mana, saya mimpi sudah kembali bekerja di bidang teknik sipil, dan anak-anak sudah dibawa ke papinya.

Katakan Saja Bahwa Perempuan Harus Mengutamakan Karir Ketimbang Anak!

perempuan harus utamakan karir

Akhir-akhir ini saya gerah banget dengan berbagai konten-konten yang terlihat keren tapi jadinya semacam toxic positivity

"Pesan kepada perempuan, kalau sudah nikah, tetaplah bekerja, jangan pernah resign!"

Terdengar bijak, padahal mereka sedang mencari kata yang halus untuk berkata dengan terus terang, bahwa perempuan harus mengutamakan karir ketimbang anak.