Udah pukul 23.18 dong, dan saya belum menulis apapun. Tadi sore saya keluar sebentar eh agak lamaan sih sama anak-anak, muter-muter nyari sesuatu dan akhirnya memutuskan mampir di dekat jalan Tunjungan Surabaya.
Apa itu Rey?
Nanti aja baru saya jelasin, mungkin minggu depan, saya ceritakan hal-hal yang sedang saya lakukan akhir-akhir ini, termasuk alasan mengapa saya belum bisa jelasin 'apa itu?'.
Pas pulang, saya meneruskan pekerjaan saya bermain kardus, isolasi dan gunting. Wihhh ngapain si Rey ini?.
Ada deh, pokoknya sesuatu yang beda.
Setelah menyelesaikan pekerjaan main kardus, isolasi dan gunting tersebut. Rencananya saya pengen nulis tentang aspal lagi sebenarnya. Karena akhir-akhir ini saya sedang kesemsem sama aspal, hahaha.
Tapi, berhubung udah lama banget saya nggak berhubungan sama aspal, off course butuh waktu lagi untuk mengumpulkan pengetahuan tentang aspal. Dan kayaknya waktunya nggak cukup deh. Jadi rencananya saya mau nulis tentang kegiatan hari ini aja.
Akan tetapi, pas buka dashboard blog, wah ada komentar panjang dan menarik dari teman-teman yang mungkin nggak enak kalau saya sakit hati, jadi ditulis pakai anonim.
Kalau melihat dari tulisannya, sepertinya saya tahu itu tulisan siapa :)
Yang perlu saya sampaikan adalah, terima kasih banyak atas masukannya. Dan maafkan jika saya dikasih jalan hidup yang sangat membosankan bagi temans :(
Saya cuman ingin mengatakan, bahwa pasti tahu kan, manusia itu punya ujian yang sangat beragam, semuanya disesuaikan dengan kemampuan setiap manusia itu sendiri.
Nah, kebetulan banget, Allah Maha Tahu, bahwa saya termasuk manusia yang kuat untuk ujian masalah complicated berkepanjangan. Makanya saya dikasihlah ujian yang menurut temans membosankan, udah lama masalahnya masih saja sama.
Sebenarnya yang dikasih ujian begini bukan hanya saya loh, ada banyak wanita di luar sana yang ujiannya sama kayak saya. Hanya saja cuman sedikit perempuan yang punya keberanian untuk menuliskan hal itu seperti saya.
Kebanyakan memilih untuk memendam semua penderitaannya itu, dan menikmati sakitnya asam lambung dan semua penyakit akibat mental yang tersakiti itu.
Berbeda dengan saya, biar kata sudah berkali-kali berpikir bunuh diri, Alhamdulillah saya masih dijauhkan dari yang namanya asam lambung parah sampai harus ke RS.
Kok bisa?
YA KARENA SAYA MENULIS!.
Meskipun risikonya, banyak yang bosan membacanya, hehehehe.
Maapkeuuunnnn.
Yang perlu temans ketahui, jika memang masih sulit mengerti keadaan saya. Bahwa saya adalah perempuan yang dipilih Allah untuk menjalani kehidupan yang luar biasa membosankan ini.
Tapi, karena saya adalah pilihan, jadi saya nggak diam aja.
Banyak hal kok yang saya lakukan, dan tidak mampu semuanya saya tuliskan, selain bisa-bisa dituduh narsis pulak, hahahaha.
Saya cuman bercerita ke 1 atau 2 orang teman, tentang bagaimana saya menghabiskan berjam-jam di dini hari untuk bersujud merayu Allah agar membantu saya meraih pintu akhir masalah ini.
Dan karenanya saya yakin, meski saya belum bercerai seperti harapan semua teman, saya diberkahi Allah dan akan dipertemukan dengan jalan terakhir yang lebih baik dari sekadar.
Berantem.
Cerai
Ajak anak kembali ke rumah ortu.
Maksa ortu mengerti keadaan saya.
Maksa ortu nanggung anak saya yang ditelantarkan ayahnya.
Drama dengan ortu.
Lalu akhirnya bikin rumah tangga orang rusak.
Loh gimana maksudnya Rey?.
Nah kaaann bingung kan?.
I told you Temans!
Ujian saya itu complicated banget. Jika memang membosankan dibaca, sebaiknya skip aja.
Ada banyak hal yang tidak bisa saya jelaskan secara gamblang, yang bikin saya kesulitan maju, mundur atau ke samping kanan kiri.
Jadi, kalau temans membaca, masalah saya kok sama aja sejak bertahun-tahun lalu.
Iya, memang sama, tapi nggak sepanjang waktu kok saya bersedih, temans aja jarang baca blog saya, hanya mau membaca tulisan saya kalau pas yang drama, hehehe.
Dan temans, percayalah, tidak semua masalah itu bisa selesai dengan cerai. Saya ulangi lagi, kalau saya udah cerai terus gimana?.
Masalah saya kan uang buat anak-anak.
Dan tau nggak sih, sebelum temans heboh gemes saya kok belum cerai, saya udah duluan mikirin opsi itu. Justru karena saya sampai di kepolisian itu, karena opsi cerai itu.
Terus dengan pertanyaan, memang kalau nggak cerai, apakah ayahnya mau menafkahi anaknya?.
Saya balik nanya lagi, memangnya kalau saya cerai, apakah ayahnya mau nafkahi anaknya?.
Sama-sama enggak pastinya kan?.
Lantas, kalau sama-sama enggak pastinya, coba jelasin ke saya deh, alasan apa yang bikin saya harus ngotot stop makanan buat anak, stop bayar kontrakan lalu kami tidur di bawah kolong jembatan, karena uangnya masih dipakai untuk bayar biaya gugat cerai???.
Saya udah usaha untuk cerai kok, dari dulu, tapi memang Allah masih takdirkan saya punya buku nikah.
Jadi, jangan gemes melihat tulisan saya dan menuduh saya nggak cerai saja?. Sudaaahh sejak dulu, tapi selalu adaaaa aja halangannya.
Coba deh tanya ke pendamping saya dari pihak UPTD PPA Surabaya. Semua rencana saya udah ada di sana, udah saya jabarkan, tapi memang realisasinya selalu aja ada halangan.
Pas waktu untuk niat cerai, pas nggak ada uang.
Memangnya bercerai itu gampang?
Mau cerai aja sulit, apalagi setelah cerai.
Ah sudahlah, intinya sulit memang dipahami, kecuali temans mau jadi kayak salah satu teman curhat saya saat ini yang nggak bisa saya sebut namanya.
Sejak beberapa bulan ini, saya punya satu teman medsos yang masya Allah baik banget, selalu menyediakan waktu kapanpun untuk mendengarkan curhatan saya, keluhan saya, dan masya Allahnya lagi, dia selalu bisa menenangkan saya dengan membuat saya kembali fokus ke Allah.
Nah teman saya inilah yang sangat memahami mengapa saya masih belum cerai. Karena semua hal saya ceritakan, termasuk hal-hal yang nggak bisa saya ceritakan di blog atau medsos.
Karena itulah, dia sama sekali nggak memaksakan saya untuk bercerai, karena dia tahu, masalah hidup saya tuh nggak se simple bercerai aja.
Dan saya pun bercerita bukan meminta simpati, saya release beban hati. Tidak mudah menanggung takdir hidup seperti ini. Dan jika temans masih juga tak bisa memahami, saran saya untuk tidak pernah lupa bersyukur lebih banyak.
Karena menurut saya, orang-orang yang sulit paham kondisi orang lain itu, karena hidupnya masih aman, belum sampai di tahapan kehidupan yang bikin dia bisa belajar untuk bisa lebih bijak.
Karena saya percaya kalau semua manusia punya jatah ujian yang sama beratnya meskipun bentuknya beda ya.
Suatu saat, ketika temans ada di posisi saya (meski ujiannya beda), mungkin temans bisa sedikit mengerti.
Dan percayalah, saya pasti akan menemukan jalan keluar, meskipun bukan berarti saya tidak akan bertemu masalah ini lagi. Pasti akan ketemu kok.
Orang saya punya anak dengan lelaki itu. Mau dibawa ke manapun, darahnya tetap mengalir di anak-anak, jadi mau nggak mau saya akan selalu berhubungan dengan dia sampai kapanpun. Meskipun mungkin jika memang sudah ditakdirkan untuk tidak berjodoh lagi.
Dan ketika itu tiba, lalu saya menulis di blog ini lagi tentang masalah itu dan mengganggu temans, plis scroll blog saya ini. Ada buanyaaaakkkk cerita bahagia lainnya loh, nggak sepanjang waktu saya bersedih dan mengeluh.
Kalau saya mengeluh tentang uang, ya memang karena ujian saya adalah uang. Satu-satunya yang harus diprotes kan seharusnya Tuhan *eh, hehehehe.
Ye kan, ujian kita beda-beda, saya juga yakin 10000% kalau temans juga pastiiiiii banget punya struggling-nya masing-masing. Insya Allahnya udha pastiii banget ini mah, hehehe.
Dan karena uang juga makanya saya belum bisa cerai. Coba gitu temans bantuin dong urusin cerainya, sekalian bayarin *mulaaaaiiiii kurang ajar si Rey, hehehehe.
Emang uang 2,3 juta rupiah aja kamu nggak punya Rey?.
Oh iya, biaya cerai di PA Surabaya itu kurleb 2,3 juta loh. Tuh liat, saya udah survey taukkk, kata siapa saya nggak berusaha untuk cari jalan keluar, justru usaha saya tuh luar biasa dibanding usaha orang lain dalam mengatasi masalahnya *mulaiiii makin sombong **Plak si Rey, wakakakakaka.
Tapi beneran loh, saya memang lagi kesulitan duit, dan saya nggak mau nambah hutang lagi. Saya udah punya hutang ke 2 orang teman, dan belum bisa membayarnya sampai sekarang. Dan plis saya nggak mau berhutang lagi buat bayar cerai.
Semiskin itu kah dirimu, Rey?.
Iyaaaa, namanya juga ujiannya uang, hahahaha.
Saya punya uang 2 jutaan sih, tapi masih harus buat bayar kontrakan saya yang mahal sebulannya.
Cari yang murah dong Rey. SUDAAAAAHHHHHH! TAPI BELOM DAPAT, PLIS BANTU CARIIN DONG, hahahaha.
Ah sudahlah, intinya begitu Temans.
Maafkan kalau temans jadi bosan pas baca blog saya, kok keluhannya masih sama dengan beberapa tahun lalu. Lah salah temans sendiri, sapa suruh bacanya hal itu, padahal cerita lucu lainnya itu banyak loh. Karena hidup saya aslinya nggak sedih aja mulu.
Begitulah, sudah yaaa.... Nggak jelas juga tulisan saya ini, saking ngantuknya, hahahaha.
Surabaya, 13-01-2025
Dari awal aku yakin sebenernya ada hal yg pasti ga bisa kamu ungkapin di medsos atau blog. Ibaratnya, yg diceritain mah cuma permukaan kan. Sementara dalem2nya belum. Makanya aku juga ga mau ikutan judging, Krn toh aku ga tahu cerita sebenernya.
BalasHapusGapapa Rey, apapun itu, pasti kamu dan Allah yang tahu apa yg terbaik. Fokus aja kesana, dan aku bener2 berharap juga bisa ada solusi yg terbaik nantinya 🤗🤗